Buat yang suka pepatah klasik: “Banyak Kerja Agar Kamu Sukses” maka mari kita modifikasi sedikit menjadi” “Banyak Kerja dan Main Agar Kamu Sukses”. Loh? Iya, hedonisme itu ternyata sangat dibutuhkan di dunia kerja lo. Topik ini saya dapat dari dosen saya, dan karena saya pikir menarik, mari kita sharing sedikit…
Pertama, apa sih Hedonisme itu? Kalau kata Wikipedia sih, “Hedonism is the philosophy that pleasure is the most important pursuit of mankind. The name derives from the Greek word for ‘pleasure’.” Jadi artinya? Bahwa mencari fun itu juga penting dalam dunia pekerjaan! Liat nggak si, gimana orang-orang yang promosinya cepat itu sering kali bukanlah orang-orang yang terlalu berprestasi atau rajin bekerja. Kita biasanya menyalahkan orang-orang seperti itu karena melakukan politik kantor yang kotor, menjilat, saling sodok, dll.
Halo! Ingatlah bahwa atasan itu juga manusia, mereka pasti lebih memilih orang2 yang mereka kenal (menurut mereka) untuk dipromosikan daripada orang-orang yang diam kerja dengan tenang namun tak terlihat di ujung ruangan. Trus, dimana hedonisme berperan? Ow, pernahkah anda jalan-jalan or just have fun with Ur boss? Biasanya saat-saat seperti inilah hubungan baik tercipta, dan juga networking yang kuat bisa dibina.
Trend rapat para exekutif sekarang juga bukan lagi presentasi di ruang rapat yang perlu permen kopi biar pesertanya nggak ngantuk. Banyak rapat (kecuali rapat2 besar atau tahunan) dilakukan di resto maupun cafe, atau sambil jalan-jalan dengan secangkir Starbucks di tangan. Hedon bukan? Tapi hati-hati, kita juga harus melihat environment perusahaan sebelum melakukan praktik ini.
Beberapa perusahaan (biasanya perusahaan keluarga) sifatnya lebih ortodox dan mementingkan hirarki maupun senioritas. Untuk perusahaan-perusahaan macam gini, baru yang penting adalah anda perform. Tapi boleh kan, punya pekerjaan yang bisa dinikmati? Toh level hedonisme yang terpelihara dalam perusahaan juga bisa mengurangi stress karyawan dan meningkatkan loyalitas.